[Resensi Buku] Udah Putusin Aja!; Memilih Taat atau Maksiat?

Ramadhan sudah hari keberapa teman-teman? Kalau tilawah pasti sudah sering dong ya.... Nah kalau buku islami sudah ada yang dibaca belum nih? Perlu juga lho untuk menambah wawasan ilmu agama kita. Kali ini, secangkir-ramadhan akan menampilkan resensi dari bukunya Ustadz Felix Y Siauw, Udah Putusin Aja!

[Resensi Buku]

Udah Putusin Aja!; Memilih Taat atau Maksiat?



gambar dari sini
Identitas Buku
Judul                    : Udah Putusin Aja!
Penulis                 : Felix Y. Siauw
Visual                  : Emeralda Noor Achni
Penerbit               : Mizania
Tebal                   : 180 halaman
Cetakan/Tahun    : II/2013

Katanya, pacaran merupakan ungkapan kasih sayang. Ada juga yang bilang pacaran untuk mengenal sebelum sampai tahapan menikah. Eits apa benar begitu? Coba kita tengok buku yang satu ini dulu. Dijamin, pemahaman kita akan diluruskan selurus-lurusnya. Karena lewat buku ini kita akan jadi paham bagaimana seharusnya kita mengendalikan diri plus panutan untuk mempersiapkan pribadi menjadi lebih baik lagi.

Mudah ditebak, buku ini membahas tentang perasaan suci bernama cinta. Perasaan yang diberikan Allah pada seluruh hambaNya. Dianugerahkan sebagai salah satu naluri yang otomatis akan menuntut pemenuhan. Nah, kabar baiknya naluri itu ada dibawah kontrol manusia. Ia tidak seperti kebutuhan jasmani yang tidak bisa ditawar. Sehingga, bagaimana kita memaknai cinta diserahkan pada diri kita. Karena cinta bermakna luas, dapat dimaknai sebagai potensi taat, juga dapat dimaknai sebagai potensi maksiat.

Islam sendiri tidak pernah mengharamkan cinta, ketika ia berada pada koridor yang semestinya. Justru Islam melarang keras segala bentuk cinta yang tidak halal. Tujuannya tentu mulia, yaitu untuk memuliakan manusia dan mencegah kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada manusia itu sendiri. Sayangnya, pemahaman masyarakat kita sudah bergeser hingga memaknainya dengan perlakuan-perlakuan yang melanggar batas syariat. Ada yang menyebutnya pacaran, teman tapi mesra, kakak-adik, ataupun sebutan lainnya yang bermakna sama.

Banyak yang tidak menyadari bahwa hubungan pacaran merupakan hubungan yang dilarang dalam Islam karena perbuatannya termasuk pada perbuatan yang mendekati zina. Sebagian yang lain tahu bahwa pacaran tidak diperkenankan agama tapi mencari-cari alasan untuk memperbolehkannya. Bilang tapi kan...tapi kan.... Nah! Memang bukan anak muda namanya kalau tidak mencari alasan. Maka, buku ini juga hadir dengan menuliskan berbagai pergolakan batin yang terjadi pada orang-orang pacaran yang mencari-cari pembenaran pada tingkah laku perbuatannya beserta jawabannya. Bilang pacaran hanya cuma katakan sayang, cuma telepon, cuma pegangan tangan, dan berbagai cuma lainnya. Sering tidak disadari, banyak perbuatan berbahaya yang berasal dari kata ‘cuma’. Dan faktanya telah dipaparkan oleh buku ini dalam bentuk presentase remaja-remaja yang malah sudah beradegan dewasa. Nyatanya? Pacaran kemudian bukan menjadi tanda pelakunya sudah dewasa, namun malah membuat mereka jadi beradegan dewasa. Mengutip dari buku ini dikatakan bahwa pacaran memang tak selamanya berujung pada zina, namun semua zina berawal dari pacaran.

Jadi bagaimana? Udah, putusin aja! Itu solusi yang ditawarkan di buku ini sesuai judulnya. Putus disini merupakan keputusan yang kemudian jika dilakukan sudah berlandaskan pada pemahaman. Kalau jadi galau? Tenang, buku ini tahu juga jawaban dan solusinya. Lengkap dibahas dari naluri cinta sebagai fitrah manusia, poin-poin yang seharusnya dipikirkan untuk mengambil keputusan antara mana yang boleh dilakukan dan harus dihindarkan, solusi terbaik bagi yang sudah merasa siap, bahkan sampai mengulas sedikit tentang khitbah dan ta’aruf. Juga dibahas tentang rasa galau, bahkan dispesifikkan galau karena cinta, baik ketika harus meninggalkan aktivitas pacaran dan masih sering terngiang-ngiang maupun bagi yang merasa sudah siap menikah namun belum dipertemukan Allah dengan jodohnya. Satu lagi, buku ini membantu pembacanya untuk mempersiapkan diri mendapatkan pasangan dunia akhirat. Kalau sudah begini, siapa yang tidak tertarik?

Dengan cakupan pembahasan yang cukup luas, maka buku ini cocok untuk berbagai kalangan usia dan latar belakang. Cocok untuk yang pacaran, agar segera sadar sebelum terlambat, sehingga pisahnya karena Allah. Cocok untuk jomblo, supaya kesendiriannya karena Allah, bukan karena yang lain. Cocok untuk yang sudah menikah, agar dapat memahami bagaimana cinta karena Allah dan dapat menerapkannya dalam kehidupan. Cocok untuk ABG, dengan agar dapat paham dan jaga-jaga. Juga cocok bagi yang mau menikah, didalamnya dibahas mengenai ta’aruf dan tentang memilih pasangan.

Dengan visualisasi dan desain tata letak buku yang menarik, pembaca tidak akan bosan membacanya. Diselipi ayat-ayat Quran maupun kutipan hadits yang menjadi landasan isi buku ini juga fakta-fakta yang memperkuat pembahasan yang disampaikan. Juga ada komik-komik dan tulisan-tulisan berupa pergolakan batin yang pada umumnya seringkali terjadi. Di buku ini berbagai pergolakan batin tersebut akan mendapatkan jawabannya.


Segera baca bukunya dan putuskan, pilih yang mana, kesenangan dunia atau ridha Allah semata? Semuanya tergantung kamu :) !

0 komentar:

Posting Komentar